Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kehujanan Bisa Bikin Pusing dan Meriang, Mitos atau Fakta?

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Selasa, 21 Juli 2020 |22:12 WIB
Kehujanan Bisa Bikin Pusing dan Meriang, Mitos atau Fakta?
Ilustrasi Hujan. (Foto: Okezone)
A
A
A

KEHUJANAN di tengah jalan memang tidak menyenangkan. Biasanya, kita akan memilih kehujanan agar lebih cepat sampai di rumah, daripada berteduh.

Tapi, anggapan lama menyebut bahwa hujan-hujanan bisa membuat Anda pusing. Bahkan, Anda bisa demam dan meriang, tentunya tidak mau dong sakit saat pandemi Covid-19 ini.

Nah, pasca-hujan, cuaca pasti jadi sangat dingin dan akhirnya Anda merasa mual atau mengalami gejala, seperti sakit tenggorokan atau hidung tersumbat. Apalagi kalau hanya kena gerimis hujan, yang diklaim bisa bikin sakit kepala.

kehujanan

Pernyataan itu akhirnya dibahas dalam sebuah forum di State College. Penelitian itu dibuat karena banyak hal rancu tengah dialami masyarakat tentang anggapan mana yang tepat.

Dilansir situs resmi Pennstates, selama studi ini, para profesor dari Common Cold Center Cardiff University mengumpulkan 180 sukarelawan selama musim hujan.

Dalam studi pertama, sukarelawan diinstruksikan untuk menempatkan kaki mereka di semangkuk hujan yang dingin selama 20 menit. Selanjutnya, 90 peserta lainnya diperintahkan untuk menempatkan kaki mereka dalam mangkuk kosong selama 20 menit.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement