Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menikah saat Pandemi Malah Hemat Biaya Loh

Dewi Kania , Jurnalis-Selasa, 07 Juli 2020 |15:45 WIB
Menikah saat Pandemi Malah Hemat Biaya <i>Loh</i>
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

MENGADAKAN resepsi pada masa pandemi Covid-19 tentunya butuh perencanaan khusus. Bahkan banyak yang bilang kalai mengadakan resepsi di masa sekarang membuat kamu hemat bujet.

Karenanya, mengadakan resepsi pada masa pandemi Covid-19, membuatmu tidak mengundang banyak teman dan sahabat. Tentu hal itu terjadi karena dampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Prita Ghozie, CEO & Principal Consultant Zap Finance mengatakan, pada masa pandemi ini justru menjadi

momen untuk kita semua berefleksi bahwa sebenarnya perencanaan resepsi pernikahan tidak perlu memakan biaya besar. Apalagi kamu pilih berhutang kepada orangtua atu kerabat demi pesta pernikahan mewah.

"Sebuah pesta pernikahan dikatakan pemborosan ketika setelah menikah tidak ada dana darurat, jumlah biayanya sudah melebihi bujet yang sudah dikumpulkan sebelumnya, bahkan sampai berhutang," tuturnya dalam Bincang Virtual “Hemat Pernikahan Untuk Investasi Masa Depan di Masa Covid-19 Bintaro Jaya High Rise (BJHR), belum lama ini.

Baca Juga: Gaya Centil Thalia Onsu Pamer Tas Chanel, Calon Sosialita Ibu Kota Nih!

menikah

Akibatnya, jika memaksa untuk berhutang, kondisi keuangan dalam menjalin rumah tangga bisa jadi berantakan. Solusinya tentu saja sadar dengan kemampuan diri sendiri. Who are we fooling?

"Buat apa membuat pesta mewah, demi harga diri kalau akhirnya kita tidak bisa memenuhi berbagai kebutuhan keluarga termasuk punya rumah? Dana darurat, dana rumah, dan dana investasi untuk masa depan adalah 3 hal utama," tambahnya.

Prita kemudian menjabarkan perhitungan perencanaan pembiayaan resepsi yang ideal. Tentunya biaya tersebut membuat kamu lebih hemat.

Sebagai contoh, biaya pernikahan mewah yaitu mengundang 50 tamu dengan budget Rp75 juta. Artinya, jika baru mempersiapkan dana Rp50 juta, maka bayangkan selisih uangnya harus ditutup dengan hutang.

"Pernikahan bisa dilakukan dengan akad sederhana saja dihadiri keluarga, kemudian dana pesta-nya, bisa dialokasikan ke investasi, seperti properti misalnya”, tambah Prita.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement