Di sisi lain, Prof James Wood, kepala Departemen Kedokteran Hewan di University of Cambridge menjelaskan, virus G4 EA H1N1 ini datang sebagai pengingat yang pastinya menyimpan manfaat.
"Kita mesti sadar bahwa akan terus menerus menghadapi risiko munculnya patogen baru dan itu bisa saja terjadi pada hewan ternak yang lebih sering berinteraksi dengan manusia dibandingkan hewan liar," kata Prof Wood.

Virus G4 EA H1N1 ini dianggap mirip dengan flu babi 2009, tetapi ada beberapa perubahan baru di dalamnya. Jadi, bisa dikatakan bahwa virus baru ini 'evolusi' dari flu babi yang pernah menyerang dunia pada 2009.
Sejauh ini, virus flu babi baru ini tidak menimbulkan ancaman besar, tetapi Prof Kin-Chow Chang dan rekan-rekan yang telah mempelajarinya mengatakan bahwa virus ini adalah salah satu yang harus diawasi.
(Kemas Irawan Nurrachman)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.