Lebih lanjut, dr Astini menambahkan bahwaa produk antiseptik atau disinfektan dapat menimbulkan beberapa efek samping pada kulit. Seperti merusak lapisan lemak pada kulit, merusak ikatan antara sel kulit, dan menurunkan kemampuan kulit dalam mengikat air.
Rusaknya lapisan lemak kulit terutama diakibatkan oleh detergen yang terdapat pada sabun dan alkohol, yang dapat menghilangkan lemak kulit. Nah, hilangnya lapisan lemak pada kulit tentu akan mengurangi fungsi perlindungan kulit.
"Rusaknya lapisan kulit juga dapat merusak flora normal kulit, yaitu bakteri baik yang normal pada kulit, sehingga pertahanan terhadap infeksi dapat menjadi lebih lemah,” lanjutnya.
Selain itu, bahan yang terkandung dalam antiseptik atau desinfektan seperti alkohol, pada umumnya lebih aman dibandingkan detergen. Meski demikian, alkohol juga dapat mengakibatkan kulit kering dan iritasi. Semakin tinggi konsentrasi alkohol yang dipakai, kulit dapat menjadi semakin kering.
“Ethanol cenderung lebih tidak iritatif di bandingkan n-propanol atau isopropanol. Beberapa studi menemukan bahwa formulasi dengan bahan dasar alkohol lebih dapat ditoleransi kulit di bandingkan bahan lain,” tuntasnya.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.