World Health Organization (WHO) mencatat lebih dari 150 ribu kasus virus corona baru dalam satu hari pada 22 Juni 2020. Dengan penambahan ini jumlah total kasus Covid-19 secara global telah melampaui angka lebih dari 9 juta.
Kepala Ilmuwan WHO, dr. Soumya Swaminathan mengatakan, hampir dua miliar dosis vaksin Covid-19 akan siap pada akhir tahun depan. Namun masih banyak ilmuwan masih memprediksi bahwa vaksin yang aman dan efektif untuk melawan SARS-Cov-2 yang menjadi penyebab Covid-19 akan memakan waktu 12-18 bulan.

Dilansir dari Business Standard, Selasa (23/6/2020), saat ini ada lebih dari 100 vaksin yang sedang dalam tahap uji coba. Para peneliti dan ilmuwan terus berjuang menemukan vaksin yang efektif untuk menyembuhkan umat manusia dari krisis kesehatan ini. Berikut perkembangan terbarunya.
1. Perawatan Ayurvedic Patanjali
Patanjali akan meluncurkan obat ayurveda untuk mengobati Covid-19 pada Selasa (23/6/2020) di Patanjali Yogpeeth di Haridwar. Chief Executive Officer (CEO) Patanjali, Acharya Balkrishna awal bulan ini mengklaim bahwa obat Ayurvedic yang dikembangkan oleh perusahaan telah mampu menyembuhkan pasien COVID-19 dalam 5-14 hari.
Baca juga: Catat, Jam-Jam Ini Nyamuk DBD Sering Gigit Anak!
"Peluncuran obat ayurvedis berbasis bukti pertama dan terpenting untuk #corona contagion, #SWASARI_VATI, #CORONIL, dijadwalkan untuk besok pada jam 12 siang dari #Patanjali Yogpeeth Haridwar," tulis akun Twitter Balkrishna.
2. Suntikan MMR dapat melindungi diri dari Covid-19
Para peneliti mengatakan pemberian vaksin MMR (campak, gondong, rubella) dapat berfungsi sebagai tindakan pencegahan untuk meredam peradangan septik yang terkait dengan infeksi virus. Vaksinasi dengan MMR pada individu yang memiliki imun tidak memiliki kontraindikasi dan mungkin sangat efektif untuk petugas kesehatan yang dapat dengan mudah terpapar Covid-19.
"Sebuah uji klinis dengan MMR pada populasi berisiko tinggi dapat memberikan tindakan pencegahan risiko rendah berisiko tinggi dalam menyelamatkan nyawa selama pandemi Covid-19," kata Wakil Dekan Bidang Penelitian di Louisiana State University Health School of Kedokteran gigi, dr. Paul Fidel.
3.Vaksin Polio sedang diuji untuk mengobati Covid-19
Para ilmuwan India menggunakan vaksin polio oral untuk di uji dalam mengatasi Covid-19. Vaksin repurposed dapat mencakup vaksin polio oral (OPV) dan Bacillus CalmetteGuerin (BCG) yang digunakan untuk melawan tuberkulosis. Keduanya menjadi bagian dari imunisasi yang diberikan kepada anak-anak di India.
(Dyah Ratna Meta Novia)