“Saat ini kita sudah bisa menurunkan angka kematian tersebut dari 50 persen bisa turun sampai sekarang ini dengan angka di bawah satu persen. Target kita ke depannya adalah tidak ada angka kematian lagi akibat DBD,” lanjutnya.
Baca Juga : Waspadai Infeksi Ganda, Covid-19 dan DBD di Tengah Pandemi
Selain itu, angka kesakitan yang disebabkan oleh DBD masih berfluktuasi sampai saat ini. Bahkan pada 2016, Indonesia pernah mengalami kejadian luar biasa (KLB). Angka kesakitan akibat DBD masih cukup tinggi.
“Yang tadinya di bawah 20 persen, dan saat ini angka tersebut berusaha di jaga. Dari 400 kabupaten kota yang melaporkan kasus DBD, sebanyak 439 nya itu adalah kabupaten kota yang juga melaporkan adanya Covid-19,” tuntasnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.