Pandemi virus corona Covid-19 telah membuat sebagian masyarakat takut dan khawatir. Kekahwatiran tersebut membuat perhatian mereka terfokus hanya pada Covid-19 dan mengabaikan penyakit lain di sekitarnya yang tidak kalah berbahaya yakni demam berdarah (DBD).
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengatakan DBD awalnya memiliki angka kematian yang cukup tingg dan sangat berbahaya bagi masyarakat.
Angka kematian kita saat ini sudah mencapai angka 346 dan gambarannya banyak terjadi di provinsi seperti Jawa Barat, Lampung, NTT, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Sulawesi Selatan,” terang dr. Siti, dalam siaran langsung di Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin (22/6/2020).

Dokter Siti pun memberikan penjelasan tentang sejarah DBD. Menurutnya penyakit Zoonotik yang disebarkan lewat nyamuk ini pertama kali ada di Indonesia pada 1968. Saat itu situasinya sama dengan Covid-19 dengan angka kematian dan angka kesakitan yang cukup besar mencapai 50 persen.