Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Transformasi Wajah Kemang, dari Kampung Jadi Tempat Nongkrong Anak Gaul Jakarta

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Sabtu, 20 Juni 2020 |11:46 WIB
Transformasi Wajah Kemang, dari Kampung Jadi Tempat Nongkrong Anak Gaul Jakarta
Salah satu kafe hits di kemang. (Foto: Instagram/@dialogue_arts)
A
A
A

Kampung Bangka yang berada di dekat Kemang pun mengalami perubahan serupa, sehingga kadang-kadang disebut sebagai "Kemang" juga, meskipun merupakan kampung yang berbeda.

Sampai pada tahun 1970-an, tanah di Kemang dijual untuk digunakan sebagai rumah. Karakter Kemang yang hijau dan subur menarik orang-orang untuk bertempat tinggal di daerah ini, termasuk para ekspatriat.

Lingkungannya juga dekat dengan Segitiga Emas Jakarta. Hal ini pun membuat lebih mudah bagi ekspatriat yang ingin pergi ke pusat kota tapi tidak mau membuang-buang terlalu banyak waktu di lalu lintas setiap hari.

Barulah pada 1998, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengubah peruntukan Kemang dari perumahan (seperti yang dinyatakan dalam rencana induk Jakarta 1985-2005) menjadi kawasan komersial. Pada tahun berikutnya, dia memperkuat keputusan ini dengan mengeluarkan peraturan yang menyatakan Kemang sebagai "kampung modern", mengutip tulisan T.Sima Gunawan (September 2006).

Berawal dari kebijakan tersebut, Kemang pun mulai dipenuhi oleh lebih banyak kegiatan komersial, seperti rumah-rumah yang kemudian diubah menjadi toko ritel. Namun kurangnya perencanaan tata kota, mengakibatkan kemacetan di jalanan Kemang karena relatif sempit.

Saat ini, Kemang telah tumbuh menjadi sebuah daerah yang dikenal secara internasional yang berorientasi menyediakan fasilitas seperti toko kerajinan tradisional hingga klub malam. Beberapa kampung asli masih ada di belakang kompleks perumahan dan apartemen di Kemang.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement