Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Traveling New Normal, Travel Blogger: Budget Liburan Pasti Membengkak

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Kamis, 18 Juni 2020 |13:30 WIB
 Traveling New Normal, Travel Blogger: Budget Liburan Pasti Membengkak
Traveling (Foto: Inst Livingindaddreamdotcom)
A
A
A

Pemerintah tengah gencar mensosialisasikan kebijakan New Normal sebagai langkah percepatan penanganan Covid-19 di bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi. Sayangnya, kebijakan ini masih belum dapat menciptakan rasa aman dan nyaman bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, termasuk para traveler.

Hal tersebut dijelaskan secara gamblang oleh Reslinda Puspita, seorang travel blogger asal Bengkulu. Menurutnya, meski kebijakan new normal ini memungkinkan sejumlah daerah membuka kembali destinasi wisatanya, namun ada efek domino yang akan dirasakan oleh wisatawan.

travel blogger

"Buat saya pribadi untuk urusan protokol kesehatan seperti pakai masker, jaga jarak, dan cuci tanyan itu enggak ada masalah. Tapi pasti kan ada administrasi dan birokrasi yang harus kita urus, dan itu pasti membutuhkan biaya tambahan," ujarnya saat dihubungi Okezone via sambungan telepon, Rabu (17/6/2020).

Linda menambahkan, ini terkait syarat-syarat bagi wisatawan yang hendak melancong ke luar daerah. Misalnya warga DKI Jakarta yang ingin berlibur ke Bali.

Beberapa waktu lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menerbitkan Peraturan Gubernur No.47 tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Berpergian Keluar dan/atau Masuk DKI Jakarta dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Dengan adanya aturan ini, bagi warga Jakarta yang hendak melakukan perjalanan ke luar Jabodetabek, wajib mengurus Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) terlebih dahulu.

Ditambah lagi, kebijakan-kebijakan baru yang diterapkan oleh sejumlah maskapai penerbangan. Para penumpang pesawat harus mengurus sejumlah dokumen penting, termasuk menyiapkan surat kesehatan bebas Covid-19.

"Surat kesehatan ini kan berlakunya bukan per tahun, durasinya sangat singkat sesuai dengan masa inkubasi virus. Dan untuk mendapatkannya kita harus ngecek sendiri, dan itu butuh biaya. Ribet ya adminitrasi dan birokrasi ini," kata Linda.

Baca juga: Transformasi Tampilan Aurel, dari Pakai Kawat Gigi hingga Jadi Princess

"Terus nanti pas menginap di hotel aturannya beda lagi, makan di restoran aturannya beda lagi. Jadi buat saya pribadi yang memang senangnya backpacker-an masih menahan diri untuk traveling. Ujung-ujungnya bawaan makan banyak biayanya juga semakin membengkak," timpalnya.

Untuk sekarang, Linda mengaku lebih memilih berwisata di daerah asalnya sendiri, Bengkulu.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement