Adenomiosis dapat didiagnosis melalui metode invasif dan non-invasif. Metode invasif yang paling umum adalah biopsi uterus. Selain itu, bagi perempuan yang sudah tidak memiliki rencana untuk hamil bisa melakukan biopsi melalui vagina hingga ke rahim. Namun yang perlu diperhatikan biopsi ini berpotensi merusak rahim.

Metode diagnosis lain yang bisa dicoba adalah ultrasonografi (USG) namun hanya bisa mendeteksi adenomiosis dengan kemungkinan 50-87%. Sedangkan menurut beberapa hali metode terbaik yang dapat dipilih adalah magnetic resonance imaging (MRI). Pendeteksian dengan metode ini memiliki banyak fitur sehingga tingkat keakuratannya lebih tinggi.
Selain membuat menstruasi terasa berat, beberapa penelitian dari Garner Insights juga menunjukkan adenomiosis dapat memengaruhi kesuburan. Akan tetapi hal ini menjadi kontroversi karena keterbatasan studi klinis.
Beberapa penelitian MRI memang menunjukkan keterkaitan adenomiosis dengan infertilitas. Tetapi data itu ditemukan pada pasien dengan usia 30-an dan 40-an sehingga masih belum dapat ditentukan jika penyebabnya adalah adenomiosis.