Selain berdampak pada ekonomi dan aktivitas sosial lainnya, pandemi Covid-19 juga memengaruhi kesehatan mental. Di Amerika, jika biasanya terdapat 18% masyarakat yang menderita kecemasan, pada akhir Mei meningkat jadi 30% akibat Covid-19.
Patrick K Porter, pendiri aplikasi kesehatan berbasis otak yang membantu mengurangi stres mengatakan bahwa kecemasan dapat menyebabkan gangguan tidur.
"Tidur memainkan peran utama dalam kesehatan fisik dan mental," ujar Patrick.
Sementera itu, pakar tidur Christoper Lindholst mengatakan, stres yang dialami seseorang karena kehilangan orang tersayang akibat korban Covid-19. Kehilangan pekerjaan karena PHK masal juga dapat mengakibatkan kecemasan yang secara alami akan menyebabkan gangguan tidur.
"Jika Anda tidak cukup tidur, itu dapat berdampak besar pada kemampuan Anda untuk mengatasi stres," kata Lindholst.
Baca Juga : Ada Bayi Positif Corona, Dokter Reisa: Jangan Pegang kalau Bukan Orangtuanya
Selain kuantitas (durasi), ternyata kualitas tidur lebih penting dalam mempengaruhi kesehatan Anda. Untuk itu, melansir Fast Company, berikut 3 hal yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kualitas tidur.
Matikan Lampu

"Mulailah mematikan lampu Anda 30 menit hingga 2 jam sebelum tidur. Ini akan membantu otak untuk bersiap," kata Porter.
Tidur siang
Lindholst merekomendasikan untuk tidur siang 10 hingga 20 menit. "Jangan berlebihan," katanya.
“Sepuluh hingga 20 menit membuat Anda dalam tahap tidur yang lebih ringan. Jika Anda tidur lebih nyenyak, Anda akan merasa pusing ketika bangun."