Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Siapkan Skenario New Normal, Pemerintah Gandeng Ahli Rumuskan Protokol dan SOP

Helmi Ade Saputra , Jurnalis-Jum'at, 29 Mei 2020 |10:04 WIB
Siapkan Skenario New Normal, Pemerintah Gandeng Ahli Rumuskan Protokol dan SOP
Jubir Pemerintah Penanganan COVID-19 (Foto : BNPB Indonesia/Youtube)
A
A
A

Sampai saat ini vaksin Covid-19 belum ditemukan. Para peneliti di seluruh dunia masih terus berupaya untuk menemukan vaksin untuk mengendalikan pandemi Covid-19.

Pemerintah melalui Jubir Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan bahwa Indonesia juga masih bekerja keras untuk menemukan vaksin Covid-19. Menyerah bukan menjadi pilihan, harus tetap produktif tetapi aman dari Covid-19.

“Sekarang satu-satunya cara yang kita lakukan bukan dengan menyerah tidak melakukan apapun, melainkan kita harus jaga produktivitas kita agar dalam situasi seperti ini kita produktif namun aman dari Covid-19, sehingga diperlukan tatanan yang baru,” kata Achmad Yurianto dalam keterangannya di Graha BNPB, kemarin.

Menurut Yuri, tatanan, kebiasaan dan perilaku yang baru berbasis pada adaptasi untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat inilah yang kemudian disebut sebagai new normal. Cara yang dilakukan dengan rutin cuci tangan pakai sabun, pakai masker saat keluar rumah, jaga jarak aman dan menghindari kerumunan. Pihaknya berharap kebiasaan baru ini harus menjadi kesadaran kolektif agar dapat berjalan dengan baik.

Jubir Penanganan COVID-19

“Siapapun yang mengelola tempat umum, tempat kerja, sekolah dan tempat ibadah harus melakukan memperhatikan aspek ini, bahkan kita berharap harus menjadi kontrol terhadap kedisiplinan masyarakat,” tuturnya.

Untuk merealisasikan skenario new normal, saat ini pemerintah telah mengandeng seluruh pihak terkait termasuk tokoh masyarakat, para ahli dan para pakar untuk merumuskan protokol atau SOP untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas kembali namun tetap aman dari Covid-19. Protokol ini bukan hanya dibidang ekonomi, namun juga pendidikan dan keagamaan, tentu bergantung pada aspek epidemologi dari masing-masing daerah, sehingga penambahan kasus positif bisa ditekan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement