RENCANA pemerintah untuk membuka kembali sekolah di tengah pandemi Covid-19 menuai banyak kritikan tajam dari para orangtua murid. Sebagian orangtua menyisakan kekhawatiran tersendiri saat anaknya kembali bersekolah.
Salah seorang orangtua murid di Tangerang Selatan, Budiana, menghadapi kekhawatiran ketika anaknya nanti kembali masuk sekolah normal di tengah pandemi corona. "Anak-anak itu meski sudah SMP dan SMA, tidak dibiasakan hidup yang higienitas tinggi," kata Budiana saat dihubungi Okezone via sambungan telepon, Kamis 28 Mei 2020.

Lebih lanjut Budiana menjelaskan, meski di sekolah anaknya jumlah siswa relatif sedikit, 13 orang per kelas, dia mengaku belum percaya bila anak-anak sekolah mampu mengikuti protokol kesehatan yang tertera pada konsep new normal. Mulai dari menjaga jarak sosial (physical distancing), rutin mencuci tangan, dan selalu mengenakan masker.
"Anak saya sudah SMA, tapi mustahil sekali bagi dia untuk melakukan physical distancing. Saya enggak yakin dia bisa duduk berjarak 1 meter dari temannya. Apalagi setelah menjalani School From Home kurang lebih dua bulan, enggak mungkin waktu ketemu lagi enggak peluk-pelukan," tambahnya.
"Anak-anak itu terbiasa aktif. Terus main basket atau bola, kalau ngegolin tos-tosan. Itu keringat jadinya bercampur aduk. Sekarang saja, berangkat sekolah baju rapi bersih, pulang bisa kotor sekali," ungkapnya.