Selain masker untuk menutupi mulut, hidung, dan dagu dan sarung tangan, beberapa waktu belakangan ini sudah cukup ramai terlihat di kalangan masyarakat cukup banyak orang yang memakai face shield sebagai salah satu alat pelindung diri atau APD untuk melindungi diri terinfeksi COVID-19.
Face shield tersebut tidak hanya dipakai oleh orang dewasa, tapi juga bahkan oleh bayi yang masih kecil.
Padahal, seperti dituturkan oleh dr. Anjar Setiani, dokter spesialis anak dengan memakaikan face shield pada anak terutama yang masih bayi malah bisa menganggu proses tumbuh kembangnya loh!
“Saat ini banyak sekali bayi-bayi pakai face shield, itu menganggu lapak pandang mereka. Padahal anak-anak ini sedang berkembang, terutama panca indera mereka. Rasa ingin tahu mereka sangat besar, kalau kita batasi bisa terganggu,” terang dr. Anjar dalam diskusi daring media, Kamis (21/5/2020).

Untuk pemakaian face shield sebagai salah satu bentuk APD, dokter yang sehari-hari praktek di Rumah Sakit Kemang Medical Center dan Rumah Sakit UIN Ciputat tersebut menyebutkan, masyarakat biasa tidak perlu memakai face shield. Berbeda dengan para tenaga medis, yang memang diharuskan untuk menggunakan face shield sebagai APD untuk melindungi diri sekaligus pasien.
“Penularan virus corona ini kan bisa melalui pernafasan dan mata, yang penting kita hindari itu gimana kontak dengan mata, hidung, dan mulut. Orang awam enggak perlu pakai face shield, pakai kacamata sudah cukup. Para tenaga kesehatan yang perlu pakai face shield untuk perlindungan lebih aman, ini menghindari udara di sekitar dan juga pasien. Orang awam sih kacamata sudah cukup,” tutup dr. Anjar.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.