Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Belajar dari 1998 dan 2012, Kita Harus Asah Pikiran untuk Hadapi Ketidakpastian

Dewi Kania , Jurnalis-Rabu, 20 Mei 2020 |20:00 WIB
Belajar dari 1998 dan 2012, Kita Harus Asah Pikiran untuk Hadapi Ketidakpastian
Ilustrasi. (Foto: Freepik)
A
A
A

Bahkan menurut Finance Director & Corporate Secretary BFI Finance Sudjono, cara ini baik dipilih agar seseorang tetap produktif di tengah pandemi virus corona. Bagaimanapun seseorang harus mampu bertahan hidup dan pandai menemukan celah baru yang positif, di tengah situasi ekonomi yang lesu.

"Segala keterbatasan dan ketidakpastian yang ada justru mengasah pikiran dan kemampuan kita untuk lincah melihat peluang," terangnya dalam keterangan resmi yang diterima Okezone.

Founder dan CEO Etanee, Cecep Muhammad Wahyudin juga berbagi semangat agar seseorang bertahan dan menciptakan inovasi baru saat situasi pandemi virus corona. Cecep bahkan menganjurkan Anda membaca situasi dan kondisi yang berkembang di masyarakat, terutama saat memulai berwirausaha.

Dia mengatakan, saat ini sektor-sektor yang bertahan bahkan melejit yakni ada sektor jasa, sektor kesehatan, maupun sektor pangan. Hal ini harus dipahami oleh pelaku bisnis, sektor mana yang mengalami peningkatan dan bisa bertahan lalu baru pilih produk apa yang akan dipasarkan.

“Kita harus menyesuaikan dengan perkembangan yang terjadi di masyarakat. Saya pun pernah berada di masa krisis seperti tahun 1998 dan 2012. Namun, kita harus bisa membaca peluang-peluang yang dapat di ambil sehingga usaha dapat terus bertahan saat krisis,” ujarnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement