Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dinilai sebagai salah satu cara ampuh untuk menekan penularan COVID-19. Namun, adanya pelonggaran PSBB dinilai menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus COVID-19 di Indonesia.
Adanya pelonggaran PSBB bisa membuat physical distancing sulit dilakukan. Semisal ketika orang naik kendaraan umum atau KRL untuk pergi kantor. Padahal, physical distancing atau menjaga jarak fisik antarorang sangat penting untuk mencegah penularan virus corona.
Karenanya, penting bagi Anda untuk mengetahui cara lakukan physical distancing di tempat umum jika terpaksa keluar rumah. Berikut seperti dikutip dari Bostonglobe :
Pikirkan cara untuk pergi ke suatu tempat

Profesor Kesehatan Global di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Boston, dr. David Hamer mengatakan berjalan atau mengemudi menuju suatu tempat membuat seseorang berisiko terkena virus korona COVID-19.
“Pergi dengan menggunakan kereta yang penuh sesak akan membuat seseorang tidak dapat benar-benar memiliki ruang tersendiri dari orang-orang. Menghindari ruang ramai dengan sirkulasi udara yang buruk bisa menjadi pilihan yang tepat,” terang Hamer.
Jika Anda terpaksa menggunakan kendaraan umum, maka beberapa tindakan pencegahan bisa dilakukan. Beberapa di antaranya adalah dengan mencuci tangan, menghindari menyentuh wajah dan mempertimbangkan untuk membawa pembersih tangan.
Hindari kerumunan ketika Anda sedang berolahraga
Menjaga imun tubuh dengan berolahraga adalah hal yang baik. Tapi berlatih di pusat kebugaran (GYM) bisa menjadi media penularan yang besar akibat jumlah peralatan olahraga yang digunakan bersama.
Associate Director of Cardiology di Johns Hopkins University, Erin D Michos mengatakan akan sangat sulit bagi seseorang untuk menghindari kerumunan saat berlatih di pusat kebugaran. “Saya lebih khawatir karena seseorang tidak bisa menghindari peralatan olahraga yang digunakan bersama,” ucap Michos.
Michos menyarankan agar seseorang berolahraga seorang diri. Caranya dengan berlari di luar ruangan atau berjalan. Profesor Klinis dari Boston University, Wendy Heiger-Bernays mengatakan seseorang juga harus pandai dalam memilih olahraga yang hendak mereka lakukan. Jangan melakukan olahraga yang melibatkan banyak orang dan kontak fisik.