Hal yang sama juga terjadi di Korea Selatan. Pemerintah mencatat adanya lonjakan kasus baru terkait dengan penyebaran yang dilakukan seorang pria berusia 29 tahun dalam klub malam di Seoul. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan, Jung Eun-Kyeong .
“Gelombang pertama belum berakhir dan memiliki jeda untuk memulai pandemi lain. Komunitas medis terus melakukan persiapan untuk menghadapi gelombang kedua virus yang mungkin terjadi di musim gugur atau musim dingin dengan memesan peralatan yang cukup dan mendorong social distancing dan langkah pencegahan lainnya,” terang Jung, melansir dari NBC News, Selasa (12/5/2020).
Saat ini bar dan klub malam di Seoul telah ditutup sementara sebagai reaksi dari munculnya kasus baru COVID-19. Orang-orang yang telah mengunjungi bar di distrik klub malam paling populer di Itaewon diminta untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.
Korea Selatan melaporkan adanya 35 kasus baru pada awal pekan ini. Total kasus COVID-19 sejak awal wabah menjadi sebanyak 10.909 dengan total pasien sembuh sebanyak 9.632 dan korban meninggal 256 orang.
(Helmi Ade Saputra)