China dan Korea Selatan telah menerapkan kembali status lockdown pada awal pekan ini setelah melihat ada peningkatan kasus baru virus corona COVID-19. Mereka khawatir akan adanya gelombang kedua COVID-19 setelah melihat adanya peningkatan kasus infeksi belum lama ini.
Setidaknya ada 15 kasus COVID-19 baru yang dikonfirmasi di Shulan, China. Kondisi ini mendorong para pejabat untuk mengkarantina 290 orang dan menegakkan hukum darurat militer serta melakukan lockdown kota timur laut.
Pemerintah provinsi Jilin mengatakan kota tersebut berisiko tinggi menyebarkan kasus baru. Kereta api dan kendaraan selain tim penyelamat dilarang masuk ke dalam kota. Semua warga harus tinggal di rumah. Setiap rumah tangga dapat memilih satu orang untuk pergi membeli barang-barang penting seperti bahan makanan.

Para siswa kembali diarahkan untuk belajar secara online. Layanan publik dan tempat hiburan seperti pusat olahraga dan perpustakaan ditutup sementara, sedangkan restoran atau tempat makan hanya diperbolehkan melayani pelanggan dengan metode takeout.
Di sisi lain Shanghai Disneyland kembali membuka wahana hiburan mereka dengan peningkatan kesehatan dan keselamatan. Mereka membatasi jumlah pengunjung yang masuk dengan menerapkan social distancing.
Secara nasional China telah melaporkan adanya 17 kasus baru pada akhir pekan ini. Untungnya tidak ada kasus kematian yang terjadi. Jumlah total masyarakat yang terinfeksi di Negara Tirai Bambu sejak wabah tersebut dimulai pada Desember 2019 mencapai 82.918 dengan 4.633 kematian.
Hal yang sama juga terjadi di Korea Selatan. Pemerintah mencatat adanya lonjakan kasus baru terkait dengan penyebaran yang dilakukan seorang pria berusia 29 tahun dalam klub malam di Seoul. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan, Jung Eun-Kyeong .
“Gelombang pertama belum berakhir dan memiliki jeda untuk memulai pandemi lain. Komunitas medis terus melakukan persiapan untuk menghadapi gelombang kedua virus yang mungkin terjadi di musim gugur atau musim dingin dengan memesan peralatan yang cukup dan mendorong social distancing dan langkah pencegahan lainnya,” terang Jung, melansir dari NBC News, Selasa (12/5/2020).
Saat ini bar dan klub malam di Seoul telah ditutup sementara sebagai reaksi dari munculnya kasus baru COVID-19. Orang-orang yang telah mengunjungi bar di distrik klub malam paling populer di Itaewon diminta untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.
Korea Selatan melaporkan adanya 35 kasus baru pada awal pekan ini. Total kasus COVID-19 sejak awal wabah menjadi sebanyak 10.909 dengan total pasien sembuh sebanyak 9.632 dan korban meninggal 256 orang.
(Helmi Ade Saputra)