Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Takut COVID-19, Banyak Orang Pensiun Merokok

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Rabu, 06 Mei 2020 |11:04 WIB
Takut COVID-19, Banyak Orang Pensiun Merokok
Ilustrasi (Foto : Mirror)
A
A
A

Terlepas dari upaya yang dilakukan oleh orang Inggris untuk berhenti merokok, banyak penelitian menemukan bahwa hanya ada hubungan kecil antara merokok dan gejala serta komplikasi virus corona yang parah.

University College London memulai penelitian dan menemukan bahwa proporsi perokok di antara pasien rumah sakit lebih rendah dari yang diharapkan. Satu studi menyebut bahwa proporsi perokok Inggris di antara pasien virus hanya sekira lima persen.

Selain itu dikatakan juga bahwa perokok tidak selalu membutuhkan perawatan intensif apabila tertular COVID-19 daripada pasien lainnya. Data dari Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa hanya 1,3 persen dari 7.000 orang yang dites positif terinfeksi virus adalah seorang perokok.

Para ilmuwan telah mengakui bahwa tidak ada penjelasan mengapa beberapa perokok tidak berisiko lebih besar terkena COVID-19. Tetapi beberapa menyatakan bahwa faktor gaya hidup lain membuat beberapa perokok tidak mengalami komplikasi parah.

Untuk lebih memahami hubungan antara merokok dan virus corona, para peneliti di Perancis menguji coba patch nikotin sebagai pengobatan untuk beberapa pasien COVID-19.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement