Menatap mata lawan bicara dengan intens
Ketika orang lain mendengarkan cerita Anda atau mengatakan sesuatu dengan memalingkan wajah atau memutuskan kontak mata mereka, apa yang kali pertama terbesit dibenak Anda? apakah mereka bosan, tidak tertarik, atau sedang berbohong? Mungkin kebanyakan orang berpikir demikian, namun profesor psikologi sosial Aldert Vrij justru menyatakan sebaliknya.
Seperti yang Aldert Vrij sampaikan lewat website resmi Psychology Today, pembohong patologis justru menujukkan ketertarikan mereka dengan lawan bicaranya. Hal ini disebabkan mereka mencoba meniru perilaku lawan bicara yang sering berasosiasi dengan kebenaran dan kejujuran.

Senyum dengan garis kerutan pada sudut bibir
Pernahkah Anda mendengar ungkapan senyum palsu? Ciri senyuman palsu atau tidak tulus ini adalah munculnya garis kerutan pada sudut bibir seseorang.
Sedangkan ketika seseorang tersenyum dengan tulus, mereka akan melibatkan mulut, telinga, tulang pipi, serta menciptakan garis kerutan di area sudut matanya. Jadi mulai saat ini, coba perhatikan senyuman lawan bicara Anda untuk mengetahui ketulusan orang tersebut, ya.
Menggaruk hidung
Ketika seseorang terlihat sering menggaruk hidungnya padahal tidak gatal, hal ini patut Anda curigai karena ia sedang berbohong. Pamela Meyer, pendiri Calibrate, sebuah perusahaan pelatihan deteksi penipuan, mengatakan bahwa orang-orang yang berbohong akan sering berulang kali menggaruk hidung, menarik telinga, atau menutup mulut mereka.
Di sisi lain, menyentuh hidung berkali-kali secara tak sadar menandakan mereka sedang stres, seperti yang diungkapkan pakar bahasa tubuh, Janine Driver, menyadur dari Cosmopolitan. Jadi, menggaruk hidung dapat berbeda makna jika dilihat dalam konteks yang berbeda.
Gestur pada bibir
Saat seseorang berbicara dengan bibir sedikit terbuka, hal ini menandakan ia tengah memperhatikan atau tertarik dengan Anda. Namun ketika seseorang merasa sedang khawatir, mereka akan sering menggigit bibirnya.
Menurut ahli bahasa tubuh, Blake Eastman, menggigit dan mengunyah bibir ini menunjukkan rasa takut dan kecemasan. Hal ini menujukkan orang tersebut tidak nyaman dalam situasi tertentu atau terhadap sesuatu.
Menyilangkan lengan atau tungkai
Banyak yang mengasumsikan menyilangkan lengan menunjukkan orang tersebut sulit didekati atau tertutup. Namun para ilmuwan mengklaim bahwa cara ini hanya bentuk dari spekulasi subjektif. Kadang orang melakukannya karena kedinginan atau mungkin memang itulah cara mereka berada dalam posisi yang nyaman.
Tetapi Carol Kinsey Goman, kontributor Forbes, melaporkan bahwa peneliti bahasa tubuh, Allan dan Barbara Pease menemukan keterbukaan fisik (lengan dan tungkai tidak dilipat) meningkatkan peluang untuk mengingat sesuatu sebesar 38%. Maksudnya ketika seseorang memilih menyilangkan lengan saat berbicara, mungkin mereka memiliki ingatan yang buruk atau berpikir keras tentang sesuatu.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.