Yeung mengatakan perilaku tidak sehat, seperti makan yang buruk atau tidak berolahraga, juga terkait dengan stres kronis akibat bekerja berjam-jam. Kebiasaan ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah atau kolesterol.
“Ketika seseorang menghadapi tingkat yang tinggi dari kedua jenis stres ini, maka detak jantung dan tekanan darah mereka dapat meningkat. Tingginya tingkat kedua jenis stres ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan gagal jantung” tambahnya.
Menurut Amerifan Heart Association, gagal jantung terjadi ketika jantung tidak memompa sebagaimana mestinya untuk memberikan jumlah darah beroksigen ke sel-sel tubuh. Lebih dari 6 juta orang Amerika mengalami gagal jantung.
Gejalanya dapat berupa sesak napas, batuk kronis, kelelahan, mual, kebingungan atau kurang nafsu makan. Lebih dari 900.000 kasus baru didiagnosis setiap tahun.
Siapa saja dapat mengalami gagal jantung, tetapi menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia. Kebanyakan orang yang memilikinya cenderung memiliki masalah jantung lain terlebih dahulu. Tanpa intervensi, kondisi ini bisa berakibat fatal.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.