Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Poling: Plus-Minus Bulan Ramadhan Tanpa Bukber versi Netizen

Pradita Ananda , Jurnalis-Minggu, 26 April 2020 |11:08 WIB
Poling: <i>Plus-Minus</i> Bulan Ramadhan Tanpa Bukber versi <i>Netizen</i>
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

SUDAH menjadi tradisi di masyarakat Indonesia, saat menjalani bulan suci Ramadhan pasti menyelenggarakan acara buka puasa bersama atau biasa disebut bukber. Namun Ramadhan tahun ini, dijalani dengan suasana sangat berbeda.

Jika biasanya meriah dan sederet jadwal bukber, bersama teman sekolah, rekan kerja, sanak-saudara sudah padat menanti. Kini, berbuka puasa hanya bisa dilakukan di rumah masing-masing karena situasi pandemi virus corona COVID-19 yang membuat seluruh masyarakat harus karantina mandiri di rumah dan menaati PSBB (pembatasan sosial berskala besar).

Tidak ada acara buka puasa bareng alias bukber ini sendiri tentu ada nilai plus dan nilai minusnya. Okezone mencoba menggelar jajak pendapat melalui survei online ke 20 orang, terdiri dari pria dan wanita dengan rentang usia 23-40 tahun dari latar belakang berbagai profesi. Mulai dari ibu rumah tangga, pegawai swasta, dan pegawai negeri.

Menariknya, ketika ditanya apa manfaat dari tidak adanya acara bukber, semua 20 orang koresponden kompak menjawab bisa membuat mereka mengirit pengeluaran.

buka bersama

Mengingat biasanya acara bukber dilakukan di restoran atau di mall, yang mana biayanya tentu jauh lebih besar ketimbang buka puasa di rumah. Ditambah, biasanya dalam satu bulan berpuasa, acara bukber yang diikuti lebih dari dua sampai tiga kali acara.

Selain membuat irit pengeluaran sehingga bisa menabung, nilai plus lain nomor dua yang banyak disebut para netizen ialah dengan tidak acara bukber karena sedang PSBB sehingga berbuka puasa selalu di rumah, membuat bisa lebih khusyuk dan tenang beribadah karena bisa menunaikan shalat Magrib dan Tarawih dengan tenang dan tepat waktu sebab tidak perlu mengantri lama di musola yang ada di mal.

“Salat Magrib tepat waktu enggak perlu antri di musala mal,” aku Chintya.

“Pasti jadi enggak kelewat Tarawih,” imbuh Harris.

“Ibadah jadi lebih khusyuk, lebih baik. Susah banget kan salat Magrib di mal,” tambah Denna.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement