Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kak Seto Ungkap 3 Alasan Anak Jadi Stres di Rumah saat Pandemi Corona

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Sabtu, 25 April 2020 |12:28 WIB
Kak Seto Ungkap 3 Alasan Anak Jadi Stres di Rumah saat Pandemi Corona
A
A
A

Berada di rumah saja menjadi upaya yang harus dilakukan semua orang di tengah pandemi corona (COVID-19). Cara ini diharapkan dapat memutus rantai penularan virus yang sudah menginfeksi 8.211 orang, dengan 1.002 orang berhasil sembuh dan 689 orang meninggal dunia per Jumat 24 April, kemarin.

Namun, dengan di rumah saja ternyata memberi dampak negatif pada anak. Salah satu yang cukup terasa menurut Psikolog Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto adalah anak jadi stres.

Diterangkan Kak Seto, menurut data Lembaga Bantuan Anak Indonesia (LBAI), di saat pandemi COVID-19 banyak anak yang mengalami stres karena tekanan yang ada di rumah. Kak Seto pun coba menuturkan tiga alasan kenapa anak bisa stres saat di rumah saja:

1. Cara orangtua mengasuh anak

Tak bisa dipungkiri, orangtua sekarang harus bisa jadi guru di rumah. Orangtua dituntut untuk bisa menjelaskan, menerangkan, dan bahkan akhirnya memaksakan suatu capaian bisa diraih si anak. "Ini membuat anak tertekan," tegas Kak Seto di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (25/4/2020).

Tekanan orangtua tersebutlah yang menimbulkan kekerasan dan anak akhirnya mengalami stres. Karena itu, si anak rindu sekolah, bertemu dengan bapak dan ibu gurunya yang lebih bisa menjelaskan pelajaran.

2. Anak tertekan, gadget pelampiasannya

Saat di rumah saja, anak mencoba mendapatkan informasi dari gadget mereka. Hal ini sangat berisiko buruk pada tumbuh kembang anak, lho. Apalagi jika penggunaan gadget tak mendapat pengawasan orangtua, si anak bisa saja mengakses informasi keliru, video yang mengandung kekerasan atau bahkan pornografi.

"Karena itu, saya sangat mengharapkan agar orangtua mengontrol apa yang dimainkan atau diakses si anak. Tidak hanya mengawasi, orangtua harus menciptakan kondisi persahabatan dengan anak agar anak nyaman berada di samping orangtuanya," saran Kak Seto.

3. Anak ada di lingkungan orangtua perokok

Ini pun bisa memicu anak tertekan dan akhirnya stres. Bahkan, tidak hanya itu anak juga bisa menimbun penyakit akibat asap yang dikeluarkan orangtuanya saat merokok.

"Rokok itu dapat meracuni anak, terlebih jika di rumah itu ada balita atau bayi, sebab paparan nikotin yang tersebar bahkan menempel di barang-barang akan berdampak sangat buruk bagi kesehatan anak," papar Kak Seto.

Tiga situasi seperti itu, sambung Kak Seto, mengandung kekerasan dan bisa membuat anak tertekan di rumah saat pandemi corona (COVID-19) seperti sekarang. "Hal ini harus jadi kewaspadaan orangtua yang sekarang ini menjadi orang yang paling dekat dengan anak di rumah," sambungnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement