Andien mengatakan, kerjasama antara istri dan suami sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Sang ibu harus bersikap kerap kepala untuk menyusui, sementara suami harus membantu juga. Kolaborasi yang tepat akan menghasilkab proses menyusui yang lancar dan baik.
“Jadi dari situ saya mengetahui kalau kedisiplinan sangan diperlukan dalam proses menyusui. Jadi di mana pun, kapan pun anak saya udah kayak koala, nempel terus kemana-mana,” lanjutnya.
Andien juga memberikan pesan dari pengalaman menyusuinya terhadap para orangtua yang baru memiliki anak. Ia mengimbau para orangtua tidak pernah menyerah untuk memberikan sesuatu yang terbaik untuk sang buah hati. Salah satunya adalah dengan ASI.
“Yakin bahwa setiap ibu itu bisa menyusui untuk mengawal awal kehidupan sang buah hati. Dan untuk mendukung itu bisa dipilih asupan gizi yang pas,” tuntasnya.