ERUPSI Gunung Anak Krakatau membuat abu vulkanik menyebar ke berbagai penjuru. Jika terhirup, abu vulkanik ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan serius, seperti infeksi saluran pernapasan.
Oleh karenanya guna mencegah hal tersebut, penggunaan masker sangat dianjurkan. Tak hanya bagi orang dewasa, tapi juga anak-anak. Lantas, apakah masker darurat corona COVID-19 dari kain ampuh mencegah debu vulkanik tersebut?
Tenaga kesehatan di Klinik Bhakti Asih Depok, Dr Gunawan Wibisono menjelaskan masker berjenis buff atau yang tebuat dari kain efektif menangkal partikel debu, tapi tidak untuk virus.
"Karena ukuran virus lebih kecil ketimbang debu. Tapi, memakai masker kain jauh lebih baik daripada tak memakainya," kata Gunawan seperti dilansir dari iNews.
Menurutnya, masker medis lebih efektif karena sanggup mencegah berbagai macam virus dan bakteri hingga 80 persen.
"Masker medis itu paling efektif mencegah virus masuk lewat hidung atau mulut hingga 80 persen. Kalau masker lain yang berbahan kain misalnya, risiko virus masuk besar karena pori-porinya besar," jelas dia.

Menambahkan, Dr. dr. Erlina Burhan, MSc, Sp.P (K) kepada Okezone melalui sambungan telepon, mengatakan bahwa masker yang ada di pasaran selama ini sudah cukup memproteksi kesehatan para korban erupsi.
"Kalau debu besar-besar kan tidak mungkin ke saluran napas. Yang masuk itu yang halus-halus. Jadi, pakai masker biasa tidak apa-apa," tutupnya
Senada, Ketua Pakar Gugus Tugas Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito mengatakan, masyarakat dapat menggunakan masker kain, minimal tiga lapis sebagai alat pelindung diri (APD).
Pasalnya masker kain bisa menahan virus, yang lebih kecil dari debu. “Sesuai hasil penelitian, masker kain dapat menangkal virus 70 persen, katanya.