Sebagian dari mereka ada yang tahu gejala, tapi tidak tahu cara pencegahan. Sementara 34 persen tahu soal cuci tangan, tapi bukan cuci tangan tanpa sabun.
"Lalu 50 sampai 60 persen, anak muda berpikir informasi yang diberikan di bulan Februari ini, belum cukupi untuk lindungi diri,” ujar Rizky.
Melihat pada kenyataan di lapangan, generasi muda Indonesia bahkan masih banyak yang belum paham betul tentang virus corona beserta penyakit COVID-19. Rizky mengungkapkan, UNICEF Indonesia saat itu bekerja sama dengan berbagai pihak terkait, seperti Kementerian Komunikasi dan Informasi, BNPB, Organisasi Masyarakat Sipil, Kantor Staf Presiden hingga Gugus Tugas untuk mengembangkan situs COVID-19. Dengan tujuan agar masyarakat, termasuk anak-anak muda bisa memperoleh informasi yang tepat.
Tidak hanya itu, UNICEF Indonesia juga mengembangkan inisiatif chat board, yang mana masyarakat bisa bertanya dan mendapat info seputar COVID-19. Bertanya soal di mana saja yang menjadi rumah sakit rujukan sampai ke informasi seperti cara mencegah tertular COVID-19