Menurut laporan New York Post, masker kain berbahan katun tidak mampu menangkal virus dan dianggap masih memungkinkan virus melewati pori-pori bahan. Karena itu, bahan yang dianggap cocok adalah handuk.
"Masker kain berbahan katun tidak bisa menyaring partikel patogen mikroskopis seperti virus," terang CEO Suay Sew Shop Lindsay Medoff.
Medoff pun bersama dengan temannya, Chloe Schempf, membangun laboratorium khusus yang difungsikan untuk menguji filtrasi partikel dari masker kain berbahan handuk. Hasilnya masker kain dari handuk mampu menangkal partikel hingga 0,3 mikron. Ini juga menjadi bukti bahwa masker kain berbahan handuk dipercaya tiga kali lipat dapat menangkal virus.