Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tingkatkan Daya Tahan Tubuh, Buah Buni Kini Semakin Langka

Tingkatkan Daya Tahan Tubuh, Buah Buni Kini Semakin Langka
ilustrasi/ist
A
A
A

BAGI anak milenial, mungkin belum tahu dan tidak sempat mencicip buah buni yang asam-asam menusuk lidah. Buah ini dulu memang sering dijadikan bahan campuran untuk membuat rujak tapi sayang keberadaannya sudah langka.

Buah mungil ini memiliki banyak nama, ada yang menyebut buni, boni, wuni dan huni. Buah ini merupakan tanaman asli Asia Tenggara dan Australia bagian selatan. Sekilas buah ini mirip anggur sehingga tidak sedikit yang menyangka buah ini adalah anggur.

Buah ini dapat ditemukan sampai ketinggian 1.200 m dpl dan biasanya tumbuh di semak-semak, lahan terbuka, dan di hutan sekunder. Tanaman buni tumbuh baik pada daerah yang tidak ternaungi dan dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah. Tanaman buni tingginya dapat mencapai 15–30 m, dengan batang pokoknya tegak dan biasanya bercabang rendah. Daun-daunnya berselang-seling, berbentuk lanset-lonjon.

Ni Luh Putu Indriyani dari Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika Kementerian Pertanian menyebutkan buah buni mempunyai kulit yang tipis dan keras serta mengandung banyak sari buah.

Buah ini mengandung tiga jenis flavonoid yang berbeda yaitu catechin, procyanidin B1 and procyanidin B2. Flavonoid merupakan salah satu senyawa antioksidan yang dapat menghilangkan efek merusak yang terjadi pada oksigen dalam tubuh manusia.

Senyawa ini terdiri atas lebih 15 atom karbon yang sebagian besar dapat ditemukan dalam tanaman. Selain itu, flavonoid juga berfungsi melindungi struktur sel dalam tubuh, meningkatkan penyerapan dan penggunaan vitamin C dalam tubuh, dan sebagai obat antiinflamasi.

Kandungan flavonoid juga mencegah pengeroposan tulang, sebagai antibiotik, sebagai antivirus, menghambat pertumbuhan kolesterol jahat dalam darah, mencegah terjadinya atherosklerosis, dan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

”Buah yang mentah rasanya agak asam dan agak manis ketika matang. Buah-buah dalam satu tandan matangnya tidak bersamaan sehingga seringkali digunakan untuk membuat selai dan jeli,” sebut dia dalam Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian pada 2017 seperti dilansir Solopos, Selasa (7/4/2020).

Sari buah yang benar-benar matang berguna sebagai minuman penyegar dan menghasilkan anggur yang istimewa. Daun muda mempunyai manfaat untuk memberi aroma pada ikan atau daging rebus.

Buah dengan nama latin Antidesma Bunius L ini memiliki khasiat yang beragam. Seperti meningkatkan daya tahan tubuh. Buah buni mengandung Vitamin C dengan dosis tinggi sehingga dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan, serta mencegah terjadinya kanker usus. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh, buah bisa dimakan langsung atau dicampurkan sebagai bahan tambahan makanan

Selain meningkatkan daya tahan tubuh, buah ini juga bermanfaat untuk menjaga kekebalan tubuh dan sebagai antioksidan tubuh. Mengonsumsi buah buni pada saat setelah melakukan pekerjaan yang berat akan mampu menyegarkan kembali tubuh yang sudah mengeluarkan banyak energi.

Kandungan provitamin A dalam buah buni sangat baik untuk menjaga kesehatan mata dan bisa mencegah terjadinya mata rabun dini. Selain itu, buah buni memiliki fungsi antioksidan yang berguna untuk mencegah dan mengurangi pertumbuhan sel kanker, sertapenuaan dini. Adanya zat antioksidan juga berguna untuk menangkal efek radikal bebas.

(Fahmi Firdaus )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement