Saat ini pemberitaan mengenai COVID-19 menjadi yang paling banyak disimak oleh masyarakat. Ketika membaca atau menyaksikan berita COVID-19, tak sedikit masyarakat yang merasakan batuk-batuk, pilek, dada sesak hingga demam, kenapa?
Banyak yang mengira reaksi tersebut merupakan gejala awal COVID-19. Namun, bisa jadi itu bukan gejala awal COVID-19, melainkan gangguan psikosomatik.
Psikosomatis adalah kondisi yang menggambarkan saat munculnya penyakit fisik yang diduga disebabkan atau diperparah oleh kondisi mental. Beberapa gangguan kecemasan tersebut meliputi stres dan kecemasan.
Jika dilihat dari sisi psikologi, psikosomatis atau penyakit fungsional adalah kondisi yang menyebabkan pengidapnya merasa sakit atau mengalami gangguan fungsi tubuh. Namun, saat dilakukan pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan penunjang lain, tidak ada keanehan yang terjadi dalam tubuh.
Anggota Ikatan Psikolog Klinis & Halodoc, Emeldah mengatakan bahwa gejala psikosomatis dapat berubah-ubah tergantung psikologis seseorang.

Beberapa gejala yang sering dirasakan pengidap psikosomatis meliputi; jantung berdebar, sesak nafas, lemas, nyeri ulu hati, tidak ada nafsu makan, susah tidur, nyeri kepala, nyeri seluruh tubuh, demam, batuk dan pilek.