Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hari Raya Nyepi 2020 yang Berbeda dari Tahun-Tahun Sebelumnya

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Rabu, 25 Maret 2020 |15:35 WIB
Hari Raya Nyepi 2020 yang Berbeda dari Tahun-Tahun Sebelumnya
Ilustrasi (Foto : Pesona.Travel)
A
A
A

Selain Melasti, Putu mengatakan masyarakat juga diimbau untuk tidak berkerumun menyaksikan pawai ogoh-ogoh yang menjadi salah satu daya tarik wisatawan. Setiap tahun, acara ini digelar hampir di setiap banjar atau kelompok masyarakat di Bali.

Ogoh Ogoh

(Foto : @ogohogoh_bali/@stt.ekacita_/Instagram)

Menurut penjelasan Putu, pawai ogoh-ogoh memiliki makna agar butha kala atau roh jahat tidak mengganggu manusia, dan kembali ke tempat sebagaimana mestinya.

"Acara ini diusung mulai sore hari di seputar jalan raya dengan berbagai simbul-simbul roh jahat yang divisualisasikan dalam bentuk patung. Ini sekaligus jadi tontonan menarik bagi wisatawan, dan umumnya berlangsung sampai pukul 9 atau 10 malam. Tapi tahun ini kami imbau agar warga tidak melakukannya," tandas Putu.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement