TENAGA medis adalah orang yang paling rentan tertular virus corona atau COVID-19. Maka itu pemerintah mengharuskan tenaga medis untuk mengikuti rapid test.
Metode pemeriksaan cepat atau rapid test, sejak akhir pekan lalu dipakai untuk melakukan deteksi dini virus corona. Saat tes ini digencarkan, semakin banyak orang yang ketahuan positif virus corona atau COVID-19.

Rapid test ini adalah pemeriksaan melalui spesimen darah. Melalui pemeriksaan spesimen darah inilah, bisa diketahui apakah seseorang positif terinfeksi ataukah negatif dari virus.
Seperti pernah dijelaskan oleh Jubir Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 di Indonesia, dr Achmad Yurianto, ada keuntungan secara teknis yang dimiliki oleh rapid test. Sebab rapid test tidak perlu dilakukan di Lab Bio Safety Level 2, sehingga tes bisa dilakukan secara massal atau bersamaan.
Indonesia sendiri diketahui sekarang telah memiliki kesiapan sekira 125 ribu rapid test kit, yang akan digunakan untuk pemeriksaan cepat. Kemudian didistribusikan langsung ke 34 provinsi di Indonesia.