Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

3 Teori Konspirasi di Balik Virus Corona

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Sabtu, 21 Maret 2020 |09:30 WIB
3 Teori Konspirasi di Balik Virus Corona
Teori Konspirasi di Balik Wabah Corona
A
A
A

PANDEMI virus corona (COVID-19) yang menyebar ke lebih dari 160 negara, berhasil menggegerkan masyarakat di seluruh dunia. Teori konspirasi mengenai COVID-19 atau disebut dengan SARS-CoV-2 ini juga telah beredar luas dan diyakini oleh sebagaian kalangan.

Beberapa teori tersebut terlihat aneh, dan tampak seperti di luar logika manusia. Merangkum dari IFL Science, Sabtu (21/3/2020), berikut fakta unik tentang COVID-19.

1. Bisnis Besar Bill Gates

Pada 9 Maret, mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, menyatakan COVID-19 adalah senjata biologis dalam Tweet yang menyertakan surat yang ditulis kepada António Guterres selaku Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Beberapa pengguna internet bahkan mengklaim bahwa Bill Gates berperan dalam sintesis virus yang tumbuh di laboratorium. Konspirasi ini mengklaim bahwa wabah seperti itu dapat berarti bisnis besar bagi Bill dan Melinda Gates Foundation, walaupun faktanya mereka telah berupaya melawan wabah COVID-19.

Diterbitkan dalam jurnal Nature Medicine, studi ini mencatat bahwa dua komponen utama dalam patogen SARS-CoV-2 menyingkirkan intervensi laboratorium dalam pengembangannya.

2. SARS-CoV-2 berasal dari luar angkasa

Panspermia adalah teori bahwa kehidupan dapat menghuni planet asing di bawah kondisi yang tepat dan tiba melalui meteorit. Profesor Chandra Wickramasinghe dari Buckingham Centre for Astrobiology mengklaim awal tahun ini bahwa bola api yang terbakar di China Utara pada Oktober 2019 adalah sumber yang paling mungkin dari SARS-CoV-2.

Sayangnya tidak ada laporan tentang meteorit yang ditemukan di China. Kesamaan dari SARS-CoV-2 dengan SARS dan MERS adalah bukti lain bahwa teori ini tidak memiliki kaki, karena sangat tidak mungkin bahwa virus ekstraterestrial akan berevolusi dengan cara yang persis sama dengan patogen yang berada di Bumi.

3. COVID-19 bahkan bukan virus, itu jaringan 5G yang mampu menggoreng otak

Menurut sumber dari internet, penyakit COVID-19 bukanlah virus sama sekali. Tapi, sebenarnya efek dari menara 5G, yang pertama kali diperkenalkan pada 2019. Penyanyi Keri Hilson yang memiliki 4,2 juta pengikut di Twitter mengkaitkan COVID-19 dengan jaringan 5G.

Terapi pada hari yang sama disarankan oleh tim manajemennya untuk menghapus semua Tweet dan video yang berkaitan dengan teori tersebut. Postingan publik di Facebook menjabarkan teori tersebut dengan lebih rinci dengan beberapa perintis radikal termasuk kemampuan 5G untuk menggoreng otak.

Bill Gates juga tampaknya kembali menjadi kambing hitam. Kali ini dengan rencana jahat untuk mengembangkan "vaksin” yang sebenarnya akan menjadi chip untuk memantau pergerakan manusia.

Selain teori konspirasi yang tidak didukung fakta-fakta kuat di atas, wabah corona juga memunculkan peristiwa-peristiwa unik dengan klaim memiliki manfaat mencegah atau bahkan menyembuhkan corona, di antaranya :

1. Menghirup kokain, minum alkohol atau urine sapi dapat mencegah COVID-19

Sebagai salah satu ibukota kokain di Eropa, Inggris menyebut benda berwarna putih itu tidak dapat melindungi manusia dari COVID-19. Teori ini mulai menyebar melalui Tweet viral dan akhirnya muncul dari pemerintah Prancis.

Orang lain di media sosial telah mengisyaratkan minuman keras sebagai tindakan pencegahan dari COVID-19. Tapi nyatanya minuman keras dapat membuat sistem kekebalan tubuh melemah, jadi hal yang terbaik adalah tidak mencoba dan menggunakan minuman keras secara profilaksis.

Satu-satunya penggunaan alkohol dalam mencegah diri Anda dari menularkan penyakit adalah menggunakannya untuk mencuci tangan. Di India terdapat pesta meminum kencing sapi yang terdiri dari 200 orang diselenggarakan oleh sebuah kelompok di India. Mereka meyakini kencing sapi dapat menangkal corona.

2. Minyak kelapa adalah obatnya

Saat ini tidak ada obat untuk COVID-19, pasien hanya diberikan pengobatan supportif untuk membantu mereka menghadapi tahap terburuk dalam penyakit. Fakta bahwa para ilmuwan tidak dapat menemukan obatnya belum menghentikan orang lain untuk mencoba menemukan obatnya sendiri.

Beberapa mengklaim bahwa minyak kelapa dan kandungan lauriknya dapat menghentikan COVID-19. Ada beberapa penelitian mengenai efek minyak kelapa pada Staphylococcus aureus, yang menunjukkan bahwa minyak kelapa dapat menghambat pertumbuhan virus. Meskipun belum ada bukti hal ini bisa bekerja pada manusia.

(Muhammad Saifullah )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement