Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fogging Tak Jadi Jaminan Bebas DBD

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Kamis, 12 Maret 2020 |20:00 WIB
<i>Fogging</i> Tak Jadi Jaminan Bebas DBD
Ilustrasi. (Achmad F/Okezone)
A
A
A

FOGGING atau pengasapan kerap diandalkan masyarakat untuk mencegah demam berdarah dengue (DBD). Namun rupanya, cara ini sebetulnya kurang efektif.

Menurut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, kegiatan fogging justru tidak efektif memberantas nyamuk. Sebabnya efek dari fogging hanya dapat membunuh nyamuk-nyamuk dewasa, tapi tidak jentik-jentik nyamuknya.

fogging

"Fogging tidak menjadi alternatif pilihan kecuali ada minimal 3 penderita DBD, dan angka bebas jentik (ABJ) kurang dari 95%," kata Khofifah, lewat keterangan resmi yang diterima Okezone.

Selain fogging, Khofifah mengajak masyarakat untuk melakukan bersih-bersih lingkungan. Paling penting yang harus diingat adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Dengan cara menguras, menutup dan menyingkirkan atau mendaur ulang barang bekas (3M). Sebab barang-barang ini, dapat menyisakan genangan tempat nyamuk berkembang, juga menghindari gigitan nyamuk dengan lotion antinyamuk, pemakaian kelambu, memasang kawat kasa dan lain- lain.

Selain rumah, sambungnya, tempat lain yang juga harus dijaga kebersihannya adalah sekolah, tempat kerja, tempat ibadah dan tempat-tempat umum.

"Butuh kepedulian bersama untuk mengantisipasi DBD sata ini," pungkasnya.

(Dewi Kurniasari)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement