Kabupaten Sikka di Nusa Tenggara Timur (NTT) dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD). Menyusul dengan meninggalnya 14 orang yang terjangkit nyamuk aedes aegypti.
Mayoritas pasien yang dirawat di rumah sakit di Sikka, terdiri dari kalangan anak-anak. Pasien mengalami gejala yang sama sebelum dilarikan ke rumah sakit akibat DBD.
Elisabeth, warga Maumere, Sikka, bercerita tentang anaknya, Stefani Nasa, yang berulang kali diberi obat pereda nyeri lambung di sejumlah klinik dan rumah sakit.

Baru belakangan Stefani dinyatakan menderita DBD, setelah pingsan beberapa kali dan menderita demam tinggi selama lima hari.
"Awalnya dia panas, langsung kami bawa ke klinik. Di sana diberi obat lambung. Besok paginya suhu badannya turun, tapi sore panas lagi. Diberi obat, dingin lagi dua hari," kata Elisabeth," dilansir Okezone dari BBC News Indonesia.