Kabupatan Sikka di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD). Seiring dengan kabar meninggalnya 13 orang akibat DBD.
Untuk meninjau kondisi terkini, Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto berkunjung ke Sikka. Tak hanya memastikan, Menkes Terawan juga fokus melakukan penanganan DBD.
Jumlah kasus DBD di Sikka, kata Menkes Terawan, jumlahnya terus meningkat. Bahkan Pemerintah Daerah setempat sudah meningkatkan status KLB DBD, dari sebelumnya tahap tiga, kini sudah memasuki KLB tahap empat, sejak Selasa 3 Maret 2020.
Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit jumlah korban yang dirawat sejak 1 Januari hingga 9 Maret 2020 berjumlah 1.195 kasus dan tersebar di beberapa kabupaten/kota di NTT, sementara total kematian akibat DBD se-provinsi NTT sebanyak 31 orang.

“Kalau ini tidak diatasi dengan baik akan membuat hal yang tidak nyaman. Ini yang justru mematikan, bayangkan hanya dalam hitungan bulan sama hari," ucap Menkes Terawan, dilansir dari Sehatnegeriku.
Menkes Terawan menyebut, kebanyakan anak-anak yang meninggal dunia akibat DBD di Sikka. Warga diharapkan apabila terjadi sakit panas secepatnya berobat ke Puskesmas.