PENYEBARAN virus korona atau Coronavirus Disease (COVID-19), memang dapat dicegah dengan beberapa tindakan preventif. Mulai dari menerapkan pola hidup sehat dan bersih, serta mengenakan masker bagi mereka yang sedang sakit.
Sayangnya, hingga saat ini pemerintah masih berkutat pada isu kelangkaan masker, buntut dari kepanikan masyarakat. Padahal, menurut pengakuan Ketua Satgas Kewaspadaan & Kesiagaan COVID-19 PB IDI, Prof Dr Zubairi Djoerban, Sp. PD, KHOM, ketersediaan oksigen dan respirator di rumah sakit juga tidak kalah pentingnya.

"Kesiapan rumah sakit perlu diperhatikan. Mulai dari keamanan dokter dan fasilitas pendukungnya. Contohnya, pasien yang positif terinfeksi korona tapi masih dalam tahap ringan, sebetulnya hanya perlu treatment untuk meningkatkan imunitas tubuhnya," ujar Zubairi saat ditemui di kantor PB IDI Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2020).
Tapi bagaimana dengan pasien yang kondisinya terbilang parah dan membutuhkan pengobatan lebih lanjut? Terkait hal ini, Zubairi menegaskan, pemerintah harus memastikan setiap rumah sakit, terutama rumah sakit rujukan, memiliki cadangan oksigen dan respirator yang memumpuni.
"Pengobatan paling berat itu membutuhkan oksigen dan respirator. Jadi ruangan-ruangan ICU itu harus punya cadangannya. Apalagi bila sewaktu-waktu kondisi pasien menurun," ujar Zubairi.
Hasil penelusuran Okezone, respirator merupakan alat khusus untuk menyaring udara ,sebelum masuk ke tubuh pasien. Alat ini biasanya digunakan ketika kondisi pasien masih bisa bernapas, namun kadar oksigen di dalam tubuh sangat minimal.
Respirator untuk ICU biasanya sedikit berbeda dibanding untuk perawatan lain. Contohnya ventilator yang memang berfungsi secara otomatis pada fungsi paru yang terganggu. Respirator cenderung tidak secara aktif memberi oksigen dan mengeluarkan zat yang dihasilkan usai proses pernapasan.
Data terakhir yang dikeluarkan IDI menunjukkan, kasus virus korona COVID-19 di dunia terus meningkat. Jumlah kasus pasien yang positif terinfeksi virus ini sudah menyentuh angka 94.257 kasus, dengan total kematian 3.220 jiwa.
Kabar baiknya, 51.203 pasien dilaporkan sembuh, sementara 83% pasien dinyatakan dalam kondisi ringan. Di Indonesia sendiri, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan secara resmi kasus pertama virus korona.
Dua pasien dilaporkan positif terinfeksi virus korona, setelah melakukan kontak langsung dengan Warga Negara asal Jepang, yang berdomisili di Malaysia. Informasi terakhir yang diterima Okezone, kondisi kedua pasien dikabarkan sehat dan mengalami peningkatan, setelah menjalani perawatan intensif di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.