Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cuaca Ekstrem, Waspadai Penyakit Kulit dari Jerawat hingga Kadas

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Selasa, 03 Maret 2020 |22:31 WIB
Cuaca Ekstrem, Waspadai Penyakit Kulit dari Jerawat hingga Kadas
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Frambusia, yang juga penyebab sipilis

Frambusia atau biasa dikenal patek, adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri yang menular melalui kontak langsung. Penyakit ini banyak ditemui terutama di wilayah timur Indonesia.

Penyakit merupakan infeksi kronis yang menyerang kulit, tulang, dan tulang rawan. Penyebabnya adalah bakteri treponema pallidum, yang tak lain juga menyebabkan sipilis.

Namun frambusia tidak menyerang kelamin sebagaimana sipilis. Penyakit ini ditemukan di negara tropis yang menyebabkan bentol-bentol dan luka di kulit ini. Sejak tahun 1990-an sampai sekarang, penyakit ini hanya ditemukan di beberapa negara tropis termasuk Indonesia.

Kudis

Kudis merupakan infeksi pada kulit yang disebabkan oleh tungau, yaitu serangga kecil dari keluarga laba-laba. Tungau dapat berpindah karena kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Tungau dapat hidup hanya beberapa hari pada tubuh dan tidak dapat loncat atau terbang.

Tanda-tanda dari kudis adalah munculnya ruam dan sangat gatal, biasanya pada malam hari. Pada anak-anak, biasanya ruam muncul di kepala, leher, telapak tangan, telapak kaki, dan di antara jari.

Kurap atau kadas

Kurap merupakan infeksi jamur pada kulit. Kurap dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan kulit yang terinfeksi atau dengan benda yang terkontaminasi, seperti hewan, handuk, selimut, pakaian, tempat tidur, dan lainnya. Kurap pada kulit kepala dapat menyebabkan rambut rontok bahkan kebotakan.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement