HAND sanitizer atau gel pembersih tangan kini telah banyak diburu oleh masyarakat. Terlebih setelah pemerintah resmi mengumumkan kasus pertama virus korona/Coronavirus Disease 2019 (COVID) pada 2 Maret 2020.
Selain praktis untuk dibawa kemana-mana, hand sanitizer diklaim dapat melindungi diri Anda dari COVID-19. Benarkah demikian?

Dilansir Okezone dari Theguardian Selasa (3/3/2020), hand sanitizer bukanlah sesuatu yang baru untuk mensterilkan tangan kita. Salah satu penemunya terjadi pada tahun 1996 oleh Lupe Hernandez, seorang perawat mahasiswa dari Bakersfield, California, telah membuat gagasan berupa gel yang berbasis alkohol untuk membersihkan tangan tanpa kita harus mencuci tangan dengan sabun.
Pada tahun 2009, yang mana saat itu sedang maraknya flu babi, justru produk gel tersebut menjadi sesuatu yang dicari-cari oleh masyarakat. Hand sanitizer juga menjadi sesuatu yang selalu dibawa-bawa oleh masyarakat. Maka di tahun itu, penjualan gel dan tisu antibakteri di AS melonjak lebih dari 70% dalam 6 bulan.
Sementara dalam masa tersebarnya COVID-119, Sally Bloomfield, seorang profesor di London School of Hygiene anda Tropical Medicine telah mengatakan, virus jauh lebih tahan terhadap desinfektan daripada bakteri. Menurutnya, COVID-19 tergolong virus amplop, yang berarti memiliki lapisan di sekitarnya, yang dapat diserang alkohol.
Walaupun hand sanitizer berpotensi efektif melawan beberapa bakteri, tetapi ini bukanlah sesuatu yang akan direkomendasikan. "Karena produk yang dibeli di toko juga mengandung omolien untuk membuatnya lebih lembut di kulit, yang berisiko justru menyakiti tangan Anda," ungkap Bloomfield.
Namun, menurut sebuah studi tahun 2019 oleh American Society for Microbiology, mencuci tangan menggunakan air yang mengalir dan sabun, akan lebih efektif daripada setetes gel yang Anda gosokkan pada tangan Anda. Karena sabun memiliki sifat antibakteri ringan, yang membantu menghilangkan kotoran, serta bakteri yang sangat rentan untuk terjangkit infeksi virus.
Lisa Ackerley, seorang praktisi kesehatan lingkungan juga mengatakan bahwa persediaan hand sanitizer yang menipis merupakan masalah. Tetapi ia memperingatkan untuk membelinya saat dalam keadaan panik.

Anda juga disarankan untuk tidak menggunakannya terlalu banyak. Bahkan, juru bicara perusahaan produk kimia Kao Corporation menambahkan, bila terlalu banyak menggunakan hand sanitizer, dapat menyebabkan iritasi dan sensitivitas kulit, dengan mengeringkan kulit dan menghilangkan minyak alami. Kulit yang rusak meningkatkan kerentanan terhadap infeksi yang akan masuk.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.