MEDIA sosial memang sangat mempengaruhi kehidupan seseorang, apalagi untuk mereka yang senang mengunggah foto, video atau melihat timeline. Boomingnya medsos memang membuat banyak orang cukup sukses dengan konten-konten mereka.
Tapi, tidak bisa dipungkiri bahwa pencari konten pun banyak yang di luar akal sehat. Akibatnya, karena memposting hal-hal yang dianggap tabu, ada orang yang harus kehilangan mata pencarian mereka.
Tidak percaya? Berikut telah Okezone rangkum dari beberapa sumber, 4 orang yang kehilangan pekerjaan karena unggahan di media sosial. Yuk lihat di bawah ini.
Karyawan Makanan

pada Juni 2013 muncul sebuah foto yang menampilkan seorang karyawan restoran yang tidak disebutkan namanya sedang menjilati makanan.
Awalnya foto ini diposting di media facebook oleh rekan kerjanya. Foto ini bertujuan untuk mengikuti kompetisi internal perusahaan, di mana karyawan diminta untuk memposting foto sambil menggigit produk baru dari restoran tersebut.
Tetapi, perwakilan restoran menganggap foto itu tidak etis dan mengatakan "melanggar aturan dan semangat kontes" sehingga ditolak mengikuti kompetisi internal.
Tapi, sang karyawan tersebut malah mempostingnya di halaman media sosial pribadi, yang selanjutnya melanggar kebijakan franchise. Insiden itu menyebabkan karyawan itu dipecat.
Unggah foto korban kecelakaan

Pada Juli 2014, Katie Duke seorang perawat ruang gawat darurat di New York Presbyterian Hospital memposting satu foto di instagram pribadinya. Unggahan tersebut menampilkan ruang gawat darurat yang berantakan, karena telah digunakan untuk merawat seorang pria yang ditabrak kereta bawah tanah.
Unggahan tersebut ia beri caption "# Manvs6train".
Tidak lama kemudian, Duke menerima telepon dari rumah sakit, mengatakan bahwa dia dipecat dari pekerjaannya yang sudah dia geluti selama 7 tahun.
Rumah sakit mengatakan kepadanya bahwa dia tidak dipecat karena melanggar peraturan privasi. "Saya diberi tahu bahwa saya dipecat karena tidak peka," katanya kepada abc NEWS.
Dipecat di hari pertama

Seorang ibu di Texas yang baru saja mendapatkan pekerjaan di tempat penitipan anak, langsung dipecat sebelum hari pertamanya bekerja.
Kaitlyn Walls, seorang ibu yang tinggal di The Colony, pinggiran utara Dallas dipecat karena memposting di Facebook tentang betapa dia benci bekerja di penitipan anak.
"Saya memulai pekerjaan baru hari ini, tapi saya benar-benar benci bekerja di tempat penitipan anak. Lol, semuanya baik, tapi saya benar-benar benci berada di dekat banyak anak-anak."
Bos barunya mengetahui tentang postingan tersebut dan mengatakan padanya untuk tidak usah bekerja dengannya. Menyesal karena unggahannya, akhirnya ia meminta maaf dengan memposting tulisan di akun Facebook pribadinya.
"Saya membuat kesalahan besar, saya sangat sedih. Saya merasa gagal melihat putri saya menangis karena saya takut tidak dapat menemukan pekerjaan karena kebodohan saya sendiri," tulis dia dalam unggahannya
Memotret klien ketika berada di toilet

Seorang staf Deer Crest assisted living home di Red Wing, Minnesota dipecat karena memotret klien di toilet dengan teleponnya dan mengunggahnya ke Instagram.
Penyelidik menemukan bahwa karyawan itu mengambil gambar tanpa sepengetahuan klien ketika klien berada di toilet.
Seorang warganet melihat foto tersebut di Instagram kemudian melaporkannya ke pihak berwenang dan staf tersebut mengaku telah memotret kliennya yang sedang berada di toilet.
Akhirnya, Karyawan itu diberhentikan dan diharuskan untuk menghapus gambar dari teleponnya dan dari situs media sosial mana pun.
(Martin Bagya Kertiyasa)