Para peneliti menganalisis 120 mahasiswa perempuan selama enam bulan kuliah, mereka dibagi 3 kelompok dan diwajibkan untuk berjalan 10 ribu, 12 ribu dan 15 ribu langkah sehari, 6 hari seminggu selama 24 minggu lamanya.
Selain meneliti tentang banyaknya langkah dalam sehari, para peneliti juga mengawasi asupan kalori dan berat badan mahasiswa tersebut.
Setelah melalui rangkaian penelitian yang panjang, jumlah langkah tidak memengaruhi berat badan mahasiswa tersebut, bahkan di antara mereka yang berjalan 15 ribu langkah sehari. Sebaliknya, pada akhir penelitian mahasiswa tersebut malah mengalami kenaikan berat rata-rata sebanyak 1,5 kg.
"Kenaikan berat badan kelompok ini (para mahasiswa) sangat mengejutkan, karena aktivitas fisik meningkatkan pengeluaran energi dan mengubah keseimbangan energi," tulis para peneliti yang diterbitkan dalam Journal of Obesity.