PENYINTAS Kanker, Febria Silaen, harus menghadapi stigma yang membuatnya pilu saat menjalani kemoterapi. Namun ada cara lain yang membuatnya nyaman dan melawan stigma tersebut.
Selama menjalani kemoterapi, Febri Silaen merasa tidak enak makan. Sampai ia pun menangis karena tak kuat menerima cobaan sakit yang berlipat-lipat.
"Padahal bisa makan satu hingga tiga suap nasi plus lauk yang disebut ikan gabus itu adalah perjuangan. Terus apalagi? Wah banyak deh. Badan lagi sakit karena kemoterapi, lalu telinga dan hati disakiti enggak perlu baper kelamaan. Secukupnya saja!," ucap Febri Silaen di Instagram pribadinya.
Febria Silaen tidak memungkiri kalau sering meluapkan seluruh emosi dan beban pikirannya dengan menangis. Kendati demikian, dia tidak mau ada orang lain yang mengetahui hal tersebut.
Alhasil, kamar mandi dan ruangan yang sedikit remang menjadi tempat pilihannya untuk berkelah kesah, menitikkan air mata, sekaligus berdoa kepada Yang Maha Kuasa.
Satu-satunya sumber kekuatan yang ia miliki dalam menjalani cobaan ini adalah keberadaan sang malaikat kecil, yang tak lain adalah buah hatinya yang bernama Janet.
"Anak saya Janet, dia adalah orang terdekat yang enggak pernah maksa saya makan ini itu. Harus ini itu. Bahkan dia bisa beradaptasi dengan perubahan saya yang tidak bisa sekuat dulu. Ada kala saya harus istirahat lebih banyak ketimbang menemaninya bermain," tutur Febria Silaen.