Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

42 Spesimen Diduga Virus Korona Diteliti Kemenkes, Apa Hasilnya?

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Rabu, 05 Februari 2020 |18:23 WIB
42 Spesimen Diduga Virus Korona Diteliti Kemenkes, Apa Hasilnya?
Ilustrasi. (Shutterstock)
A
A
A

PENELITIAN terhadap spesimen diduga virus korona (coronavirus/2019-nCov) di Indonesia terus berlanjut. Per 5 Februari 2020, Kementerian Kesehatan mengumpulkan 42 spesimen untuk diteliti di laboratorium.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr Anung Sugihantono, mengatakan, 42 spesimen diduga virus korona itu berasal dari 27 rumah sakit rujukan di 15 provinsi. Sejauh ini hasil penelitian dinyatakan negatif.

"42 spesimen itu ditemukan hasil laboratoriumnya adalah 40 dinyatakan negatif. Sedangkan dua lainnya masih dalam pemeriksaan," terangnya, Rabu (5/2/2020).

Jumlah ini meningkat dari Selasa 4 Februari 2020, yang mana Kemenkes RI telah meneliti 38 spesimen. Semua hasilnya pun negatif.

ilustrasi

Terkait detil spesimen yang ada di laboratorium, Kemenkes enggan banyak berkomentar. Tidak ada jawaban pasti penambahan spesimen itu ada di mana dan milik siapa, entah Warga Negara Indonesia (WNI) atau Warga Negara Asing (WNA).

Spesimen yang sedang diteliti itu berupa sputum (dahak) dan swab, yang diduga terkait dengan penyakit pernapasan akut virus korona (2019-nCoV).

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung dr Wiendra Waworuntu, menambahkan, untuk masyarakat yang ingin mengecek apakah ada virus korona baru, harus dilakukan di rumah sakit rujukan.

"Kalau memang Anda ingin mengecek tapi di rumah sakit swasta, pihak rumah sakit swasta akan merujuk ke rumah sakit rujukan yang memang sudah ditetapkan negara, di Jakarta ada tiga RS, RSPI Sulianti Saroso, RSPP Persahabatan, dan RSPAD Gatot Soebroto," tambahnya.

(Dewi Kurniasari)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement