Dokter Daeng menjelaskan, dengan mencuci tangan, setidaknya orang mampu mencegah masuknya berbagai kuman penyakit ke dalam tubuh. Dia mencontohkan hubungan cuci tangan dari laporan WHO atau Kemenkes dengan kejadian diare, ternyata sangat bermakna untuk menghindari masuknya kuman ke dalam tubuh.
"Kenapa harus tangan? Sederhananya begini, kalau makan kan kita pake tangan. Gatal pakai tangan. Mau kucek-kucek mata juga pakai tangan. Jadi tangan itu memang satu-satunya bagian tubuh yang mampu mencapai semua tempat baik yang bersih atau kotor," ujar Dokter Daeng.
Belum lagi, bila mendatangi tempat-tempat umum dan tangan menyentuh suatu benda yang ternyata banyak kuman penyakitnya. Maka mau tidak mau harus dibersihkan secara rutin, bahkan tidak ada batasan harus mencuci tangan berapa kali.
Sebagai informasi, Badan Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya menetapkan status gawat darurat untuk kasus virus korona (2019-nCoV), yang telah tersebar sejak 27 Desember 2019. Sayangnya, WHO maupun para ahli medis dunia belum dapat menemukan anti-virus atau vaksin yang dapat menyembuhkan virus tersebut.
(Dewi Kurniasari)