Festival CGM memang tak luput dirayakan oleh etnis Tionghoa di hari ke-15, usai perayaan Tahun Baru Imlek. Festival tersebut dapat dinikmati masyarakat lokal maupun mancanegara, sebagai salah satu destinasi wisata ke Kota Singkawang.
Sementara istilah Tatung sendiri digunakan untuk menyebut orang yang tubuhnya dijadikan media untuk dirasuki oleh Dewa atau Dewi, bahkan roh-roh leluhur yang mereka percayai. Tatung di Singkawang diyakini sudah dikenal sejak 250 tahun lalu.
Tak hanya budaya Tionghoa, dalam pawai Festival CGM ini nantinya juga akan menyuguhkan kebudayaan dari multi etnis lainnya. Seperti kuda lumping dari pulau Jawa dan Kalimantan Barat.
Hingga saat ini kamar hotel dan homestay di kota Seribu Kelenteng ini sudah penuh dipesan wisatawan lokal maupun mancanegara. Diprediksi, kunjungan wisatawan sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Seperti 2019 lalu, ada 76 ribu lebih wisatawan yang menikmati Festival Cap Go Meh di Singkawang.
(Muhammad Saifullah )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.