Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Nyeri Ulu Hati Tidak Selalu Maag, Ini Penyakit Lain yang Harus Diwaspadai!

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Senin, 20 Januari 2020 |22:12 WIB
Nyeri Ulu Hati Tidak Selalu Maag, Ini Penyakit Lain yang Harus Diwaspadai!
Ilustrasi sakit peru t(foto: Bustle)
A
A
A

"Untuk mengetahui penyebab dari nyeri ulu hati tersebut perlu dilakukan USG abdomen. Melalui pemeriksaan USG abdomen dapat diketahui apakah ada peradangan baik akut maupun kronis pada kandung empedu tersebut," saran dr Ari. Selain itu, pasien direkomendasikan untuk USG untuk mengidentifikasi apakah adanya batu pada kandung empedu atau tidak.

Pemeriksaan USG abdomen juga dapat mengevaluasi saluran empedu dan bisa mengidentifikasi adanya pelebaran saluran empedu. Sumbatan bisa terjadi jika batu yang ada di kandung empedu menyumbat pada saluran empedu tersebut.

"Data yang kami punya, 20 persen pasien dengan keluhan nyeri ulu hati atau nyeri perut disebabkan karena gangguan pada kandung empedunya, baik berupa batu di kandung empedu atau peradangan pada kandung empedu itu sendiri," terangnya.

Kalau dilihat dari usia, 20 persen kasus yang mengalami gangguan pada kandung empedu tersebut lebih dari 80 persen berumur di tas 40 tahun dan tidak ada yang berumur di bawah 30 tahun.

 Nyeri ulu hati

Peradangan pada kandung empedu (kholesistitis) yang berlangsung tiba-tiba atau akut bisa ringan dan bisa berat. Pada kondisi yang berat, infeksi bisa saja selain mengenai kandung empedu juga bisa mengenai pancreas. Bahkan bisa terjadi infeksi luas dan sistemik yang dapat membahayakan jiwa. Pasien dengan peradangan kandung empedu akut perlu dirawat di rumah sakit dan perlu mendapat antibiotika sistemik.

Kandung empedu yang bermasalah apalagi ada batu di dalamnya biasanya akan dilakukan pengangkatan batu (kolesistektomi). Pada kondisi yang ringan dan dengan batu kandung empedu tanpa keluhan sama sekali, biasanya tidak perlu diatasi dengan operasi.

Pengobatan pada batu kandung empedu yang tunggal dan kecil (diameter kurang dari 1,5 cm) cukup dengan diet dan obat-obatan. Obat-obatan yang diberikan yaitu obat yang bekerja melarutkan batu kolesterol yaitu ursodeoxycholic acid (UDCA). Obat ini biasanya diberikan selama 3 bulan.

"Pada kasus yang memang memerlukan operasi, saat ini sebagian besar rumah sakit juga telah menerapkan teknik laparaskopi untuk pengangkatan kandung empedu tersebut," ungkap dr Ari. "Melalui teknik ini, masa rawat manjadi pendek dan komplikasi paska operasi menjadi minimal".

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement