“Kami berharap kami dapat membantunya mencapai potensi sepenuhnya dan mendukung apa pun yang dia lakukan. Kami tidak ingin dia merasa kurang terstimulasi, tetapi pada saat yang sama kami tidak ingin dia merasa dia ditekan. Kami ingin dia menjadi anak normal yang bermain dan melakukan hal-hal normal yang dilakukan anak-anak,” tambah Anira.
Menorehkan prestasi dengan berhasil masuk Mensa di usia yang baru tiga tahun, tentu saja membuat kedua orang tua Haryz merasa senang. Dengan masuknya Haryz di Mensa ini, Anira dan Mohd berharap sang anak bisa merasa senang, bisa termotivasi untuk belajar, sehingga nantinya bisa jadi manusia yang bermanfaat bagi sesama dan lingkungan.
"Ini mengasyikkan dan kami yakin ini akan membantunya dalam memberinya sedikit kepercayaan dan keyakinan diri, sehingga ia dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat di masa depan. Kami berharap kami dapat memberinya lingkungan yang akan memotivasi dia untuk belajar, yang paling penting ia merasa senang dengan yang ialakukan, dan kita akan bangga padanya apa pun yang dia raih,” tutup Anira.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.