Dengan kata lain, mereka yang tidak olahraga baru bisa mencapai kebahagiaan ketika mereka sudah memiliki penghasilan sebesar itu, sedangkan mereka yang berolahraga sudah bisa merasa bahagia dengan cukup melakukan aktivitas fisik.
Sementara itu, Sosiolog Universitas Indonesia Roby Muhamad coba menjelaskan perspektif ini dengan suatu perumpamaan yang lebih sederhana.

Ya, menurutnya, ketika seseorang masih kurang dalam hal ekonomi, kebahagiaan mereka masih ada di uang. Material masih menjadi target utamanya. Namun, ketika sudah diraih, mereka akan bosan. "Ini manusiawi sekali," ungkapnya saat ditemui Okezone di kawasan Jakarta Selatan.