Selain sapi dianggap sebagai hewan suci bagi umat Hindu. Pemerintah India mulai mendukung produk ini, sejak Februari 2019, Perdana Menteri India Narendra Modi membentuk Kamadhenu Aayog, sebuah organisasi penasihat resmi yang bertugas menyiapkan kebijakan dan pedoman untuk perlindungan sapi India.

“Aayog akan mempromosikan pertanian organik menggunakan urin dan kotoran sapi sebagai bio-pestisida dan pupuk hayati,” kata Dr. Vallabhbhai Kathiria, ketua Kamadhenu Aayog. Mengkomersialkan kotoran dan produk sapi lainnya akan membantu melindungi binatang buas melewati tahun-tahun pemerahan utamanya.
Menariknya, tidak ada produk yang terbuat dari kotoran berbau busuk. Ganeshan Palsamy mengatakan kotoran dari keturunan asli sapi India yang telah diizinkan untuk digembalakan secara alami tidak berbau.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.