Saat berada di atas kasur, Al menjelaskan kalau dirinya telanjang bulat. Ia tak tahu bagaimana pakaiannya bisa lepas, tapi ia juga melihat mayat yang mengapung pun tak mengenakan pakaian sama sekali. Jadi, saat tahu dirinya tak berbusana, Al biasa saja.
Perlahan, air surut dan ia pun selamat dari hantaman gelombang tersebut. Tubuhnya terdampar di suatu tempat dan ia berjalan kaki ke suatu perkampungan dengan telanjang bulat. Setelah ada warga yang selamat dan melihat Al yang tak mengenakan pakaian, Al pun diberikan sarung.
"Setelah itu, saya harus mengungsi selama seminggu," pungkasnya.
Terkait dengan keluarga yang masih tersisa, Al menjelaskan bahwa di dalam keluarganya yang tak ditemukan jenazahnya adalah ibu dan adik perempuannya. Ya, sosok yang sebelum tsunami Aceh terjadi, orang yang diajak berkomunikasi oleh Al.
"Yang selamat itu aku, ayahku, dan adik laki-lakiku. Tapi, ibu dan adik perempuanku tak ditemukan jenazahnya," ungkap Al mengharu biru. (hel)
(Helmi Ade Saputra)