Dirinya menambahkan, "dokter mengatakan harapan hidup pasien hanya 9 bulan dan biaya yang dikeluarkan adalah sekian ratus juta. Mendengar pernyataan dokter, akhirnya pasien memilih pulang dan tidak melanjutkan pengobatan."
Beban finansial untuk mengobati penyakit kritis akan berdampak ke keluarga. Apabila tidak ada biaya untuk mengobati penyakit pasien, maka penanganannya terlambat. Di sisi lain, pasien tentu tidak mau keluarganya kesulitan membiayai pengobatannya.
"Hal ini bisa memengaruhi kondisi psikis pasien karena merasa buat apa pembiayaan penyakit malah membuat keluarganya kesulitan atau jatuh miskin. Tentunya pengaruh psikis ini juga dapat memperburuk kondisi pasien," pungkas dr Rizal.
(Utami Evi Riyani)